Jumat, 03 Oktober 2014

Wukuf

S. Tedjo Kusumo

perjalanan butuh henti, wukuf
dalam dedaki hidup, rebahlah
dalam diammu yang panjang
untuk mengerti betapa berartinya penghentian

oktober 2014

Kamis, 04 Juli 2013

PENGANTAR DAN MUTIARA KASIH

 Judul (buku hardcover): Senarai Pemikiran Sutejo
(Menyisir Untaian Kata, Menemukan Dawai Makna)
Penulis: Sutejo
Prolog: Prof Dr Soediro Satoto
Epilog: Nurel Javissyarqi
Penyusun: Masuki M. Astro dan Nurel Javissyarqi
Penerbit: Spectrum Center Press dan Pustaka Felica
Halaman: xvi + 922; 15 cm x 23 cm
ISBN: 978-6021-96-100-1
Tahun: Cetakan I, Januari 2013

Jumat, 28 Juni 2013

UNTAIAN PEMIKIRAN INSPIRATIF PENULIS PEDALAMAN

Prof. Dr. H. Soediro Satoto
http://sastra-indonesia.com

Saya mengenal penulis (Sutejo) sejak tahun 2000-an, ketika menjadi mahasiswa S2 di Universitas Sebelas Maret. Kala itu, ia (i) banyak menulis di media massa dengan ragam pemikiran kritis menyikapi persoalan aktual; (ii) memenangkan lomba kepenulisan tingkat nasional dan regional, dan (iii) mengisi seminar (workshop) untuk beberapa tema pelatihan. Lebih dekat ketika menjadi “mahasiswa bimbingan” saya saat menyelesaikan tesis studi di S2 UNS Program Studi Linguistik dengan konsentrasi Pembelajaran Bahasa.

Rabu, 26 Juni 2013

Demokratisasi Pembelajaran di Bulan Puasa

Sutejo
Kompas, 17 Nov 2003

Berkaitan dengan penyelengaraan pendidikan di bulan puasa, Direktur Jenderal Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Saidi mengemukakan tiga option: (i) sekolah dapat meliburkan kegiatan belajar-mengajar (KBM) selama bualn Ramadhan; (ii) sekolah diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar; dan (iii) sekolah boleh melaksanakan kegiatan belajar–mengajar, tetapi waktunya tidak sehari penuh (Kompas, 24/10).

Menyongsong Alumnus PGSD antara Harapan dan Kesangsian

Sutejo
http://sastra-indonesia.com

Pasca lahirnya PGSD yang menggantikan fungsi SPG dan SGO akan menuansakan situasi baru dalam dunia pendidikan kita. Di satu sisi, kita bisa berharap meningkatnya kualitas pendidikan, baik dari segi tenaga pengajar maupun lulusan SD nantinya.

Senin, 24 Juni 2013

Memberdayakan Komite Sekolah di Musim Ajaran Baru

Sutejo
Kompas, 2 Agu 2004

Tidak transparannya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (Kompas, 13 Juli 2004) hanyalah salah satu persoalan dari banyaknya isu yang berkembang di masyarakat kita di awal tahun ajaran baru ini. Isu yang lain mencakup adanya pungutan yang tidak patut, penjualan bangku kosong, sampai tidak berdayanya komite sekolah. Ujungnya adalah beban pendidikan masyarakat menjadi tinggi.

Ruh Anak Lebih Tua dari Orang Tuanya?

Dr. H. Sutejo, M.Hum.
http://sastra-indonesia.com

Suatu waktu, seorang pakar sastra, Prof. Dr. Budi Darma bertutur, “Ruh anak bisa jadi lebih tua dari orang tuanya. Karena itu, berhati-hatilah ibu dan bapak.” Aforisme ini, mengingatkan saya terus-menerus. Berenung tak henti. Kemudian saya teringat, bagaimana baginda Rasulullah begitu memuliakan anak-anak. Sebuah pesan yang Islami?

Selasa, 04 Juni 2013

Sebuah Gerak Monotonis Makhluk KKN

Sutejo
Karya Darma, 28 Des 1994

Kelahiran KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang semula bernama “Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat”, pada mulanya dilandasi oleh dua asumsi dasar yang mengukuhkan keberadaannya. Pertama, adanya fenomena kecenderungan pembangunan di tahun 70-an yang berpusat di kota, sementara di desa, yang sebenarnya adalah basis kekuatan bangsa, justru dianaktirikan.

Berdirinya Sekolah Elite dan Sebuah Harapan Besar

Sutejo *
Karya Darma, 28 Juni 1995

Di harian Republika edisi 14 Mei 1995, tertulis berita menarik, Sekolah Unggulan untuk Berwawasan Global. Trend sekolah elite tampaknya mulai semarak dengan lahirnya Sekolah global Jaya Ciputra. Sekolah itu sendiri dibangun di atas kompleks Bintaro Jaya seluas 7 hektare. Dengan begitu, sekolah ini melengkapi sekolah elite yang sebelumnya sudah berdiri dari kelompok Lippo, Sekolah Pelita Harapan, di kawasan Lippo Village.

Realita Ironis Dunia Pendidikan Kita

Sutejo
Surya, 2 Mei 2005

Realita ironis adalah sebuah realita yang bertentangan dengan yang diharapkan, semacam suratan takdir. Idealisme pendidikan kita, jika menengok tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana diisyaratkan oleh UURI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka pada pasal 3 itu, begitu luhur dirumuskan untuk berkembangnya peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Daerah Tak Peduli Dewan Sekolah?

Sutejo *
Kompas, 6 Juli 2001

Keberadaan Dewan Sekolah (DS) yang mendesak diwujudkan tampaknya belum mendapat perhatian serius pihak pemerintah kabupaten/kota. Ini dibuktikan dengan belum berdirinya DS di banyak daerah di Indonesia. Padahal, Dirjen Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Muljani A Nurhadi sejak jauh hari sudah mengingatkan akan pentingnya DS untuk menyukseskan ‘’program’’ desentralisasi pendidikan ke kabupaten/kota.

Senin, 27 Mei 2013

Otonomi Pendidikan antara Harapan dan Kecemasan

Sutejo
Radar Madiun, 1 Feb 2001

Dalam implementasi paradigma baru di pendidikan tinggi, yang disusun oleh Task Face Pendidikan Tinggi, bahwa yang dimaksud otonomi dan kebebasan akademik, adalah otonomi yang merupakan hak dan kewenangan. Yang diberikan oleh pihak yang berwenang atau pemerintah, kepada suatu lingkungan masyarakat, himpunan atau badan resmi lain untuk menyelenggarakan fungsinya secara mandiri. Selama hal tersebut tidak bertentangan dengan dengan peraturan-peraturan yang berlaku secara umum, dalam masyarakat. Sedangkan kebebasan akademik sendiri, dimaksudkan sebagai kebebasan yang ada pada civitas akademika, dalam melaksanakan tugas dan kegiatan fungsionalnya. yakni pendidikan dan penelitian ilmiah (1999:16-17).

Fenomena Sarjana dan Isu Pendidikan Kita

Sutejo
Karya Darma, 28 Sep 1994

Dalam menyongsong Hari Sarjana 28 September 1994, kita patut merenung kembali tentang eksistensi dan realitas sarjana kita. Dan mungkin yang justru menarik, bagaimanakah sebenarnya potret pendidikan kita? Sebab bagaimanapun pendidikan tetap merupakan ujung tombak kualitas bangsa. Kemana tombak itu di situ pula harapan kemajuan bangsa kita gantungkan.