Sutejo
Majalah Dinamika PGRI
Dalam tafsir Ibnu Katsir jilid 4 (hal. 774), ada penafsiran menarik terkait dengan pentingnya menulis. Penjelasan ayat [yang merupakan sumpah Allah], Nuun, demi kalam dan apa yang mereka tulis; terdapat uraian yang menggetarkan saya. Untuk lebih afdalnya dikutipkan sebagai berikut.
Tampilkan postingan dengan label Majalah Dinamika PGRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalah Dinamika PGRI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 April 2013
HIPNOSIS PENDIDIKAN
Sutejo
Majalah Dinamika PGRI
Orang sering salah dalam memahami hipnosis. Hipnosis sering dipahami berkaitan dengan magis dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal hipnosis sesungguhnya mencacu pada proses penurunan kondisi kesadaran seseorang. Begitulah ungkap ahli hipnoparenting, Ariesandi Setyono dalam bukunya Hipnoparenting (Gramedia, 2006:25). Kondisi demikian paling tidak dalam sehari kita mengalami dua kali, di jelang tidur dan waktu akan bangun tidur. Di sinilah, merupakan kondisi penting yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran (pendidikan).
Majalah Dinamika PGRI
Orang sering salah dalam memahami hipnosis. Hipnosis sering dipahami berkaitan dengan magis dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal hipnosis sesungguhnya mencacu pada proses penurunan kondisi kesadaran seseorang. Begitulah ungkap ahli hipnoparenting, Ariesandi Setyono dalam bukunya Hipnoparenting (Gramedia, 2006:25). Kondisi demikian paling tidak dalam sehari kita mengalami dua kali, di jelang tidur dan waktu akan bangun tidur. Di sinilah, merupakan kondisi penting yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran (pendidikan).
MEMBANGUN KULTUR SEKOLAH BERBASIS “ENERGI WAKTU”
Sutejo
Dinamika PGRI
Saya akan awali artikel ini dengan refleksi pengalaman di beberapa tempat saat diminta untuk mempresentasikan bagaimana konsep ideal membangun kultur sekolah. Pertama, ada sebagian (besar) dengan apriori berdalih, “Ah, itu kan konsep ideal. Praktiknya bagaimana, mengawalinya piye?” Kedua, dengan pola berpikir “kambing hitam” sang guru berdalih anak sekarang tak mempunyai motivasi untuk belajar. Ketiga, ada yang kritis memposisikan antara birokrasi, kultur bangsa (masyarakat), dan rendahnya apresiasi negara pada guru. Begitu seterusnya, jika didaftar refleksinya itu bisa demikian banyak, beragam, dan sangat kontekstual tergantung masing-masing sekolah.
Dinamika PGRI
Saya akan awali artikel ini dengan refleksi pengalaman di beberapa tempat saat diminta untuk mempresentasikan bagaimana konsep ideal membangun kultur sekolah. Pertama, ada sebagian (besar) dengan apriori berdalih, “Ah, itu kan konsep ideal. Praktiknya bagaimana, mengawalinya piye?” Kedua, dengan pola berpikir “kambing hitam” sang guru berdalih anak sekarang tak mempunyai motivasi untuk belajar. Ketiga, ada yang kritis memposisikan antara birokrasi, kultur bangsa (masyarakat), dan rendahnya apresiasi negara pada guru. Begitu seterusnya, jika didaftar refleksinya itu bisa demikian banyak, beragam, dan sangat kontekstual tergantung masing-masing sekolah.
MEMBACA ITU WAJIB, GURU!
Sutejo *
Dinamika PGRI
Jika kita percaya akan pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, maka anak-anak yang bagaimanakah yang kita impikan ke depan jika guru-guru dan orang tua kita tidak memiliki tradisi membaca? Apalagi dalam peribahasa yang lain diungkapkan, “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Jika dua peribahasa ini kita jadikan cermin, para guru tentunya akan menanggung malu dalam setiap langkah profesi, dalam hidup berhari, karena membaca bukanlah kebutuhan pokok sebagaimana kita membutuhkan makan untuk kesehatan fisik kita.
Dinamika PGRI
Jika kita percaya akan pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, maka anak-anak yang bagaimanakah yang kita impikan ke depan jika guru-guru dan orang tua kita tidak memiliki tradisi membaca? Apalagi dalam peribahasa yang lain diungkapkan, “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Jika dua peribahasa ini kita jadikan cermin, para guru tentunya akan menanggung malu dalam setiap langkah profesi, dalam hidup berhari, karena membaca bukanlah kebutuhan pokok sebagaimana kita membutuhkan makan untuk kesehatan fisik kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Afifah W. Zhafira
Afifah Wahda Tyas Pramudita
Andry Deblenk
Anugerah Ronggowarsito
Apresiasi Prosa (Mencari Nilai. Memahami Fiksi)
Apresiasi Puisi (Memahami Isi Mengolah Hati)
Berita
Budaya
Cara Mudah PTK (Mencari Akar Sukses Belajar)
Catatan
Cerpen
Cover Buku
Djoko Saryono
Esai
Filsafat Ilmu
Gatra
Gerakan Literasi Nasional
Gufron Ali Ibrahim
Happy Susanto
Inspiring Writer (Rahasia Sukses Para Penulis Inspirasi untuk Calon Penulis)
Jurnalistik 2 (Kiat Menulis Resensi. Feature dan Komoditas Lainnya)
Jurnalistik Plus 1 (Kiat Merentas Media dengan Ceria)
Kajian Prosa (Kiat Menyisir Dunia Prosa)
Kajian Puisi (Teori dan Aplikasinya)
Karya Darma
Kasnadi
Kliping
Kompas
Literasi
Literasi Budaya
Majalah Dinamika PGRI
Makam Sunan Drajat
Masuki M. Astro
Memasak
Menemukan Profesi dengan Mahir Berbahasa
Menulis Kreatif (Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen)
Merdeka
Mesin Ketik
Metafora Kemahiran Menulis
Nur Wachid
Nurel Javissyarqi
Obrolan
Orasi Ilmiah
Ponorogo Pos
Prof Dr Soediro Satoto
Puisi
Radar Madiun
Resensi
S. Tedjo Kusumo
SMA 1 Badegan Ponorogo
STKIP PGRI Ponorogo
Sajak
Sapta Arif Nurwahyudin
Sekolah Literasi Gratis
Senarai Motivasi
Senarai Pemikiran Sutejo (Menyisir Untaian Kata. Menemukan Dawai Makna)
Seputar Ponorogo
Sidik Sunaryo
Soediro Satoto
Solopos
Sosiologi Sastra (Menguak Dimensionalitas Sosial dalam Sastra)
Spectrum Center
Stilistika (Teori. Aplikasi dan Alternatif Pembelajarannya)
Suara Karya
Sugiyanto
Sujarwoko
Sumarlam
SuperCamp HMP 2017
Surabaya Post
Surya
Sutejo
Suwardi Endraswara
Swadesi
Teknik Kreativitas Pembelajaran
Tengsoe Tjahjono
Tri Andhi S
Wisata
Workshop Entrepreneurship
Workshop Essay Budaya