Sutejo
Radar Madiun, 1 Feb 2001
Dalam implementasi paradigma baru di pendidikan tinggi, yang disusun oleh Task Face Pendidikan Tinggi, bahwa yang dimaksud otonomi dan kebebasan akademik, adalah otonomi yang merupakan hak dan kewenangan. Yang diberikan oleh pihak yang berwenang atau pemerintah, kepada suatu lingkungan masyarakat, himpunan atau badan resmi lain untuk menyelenggarakan fungsinya secara mandiri. Selama hal tersebut tidak bertentangan dengan dengan peraturan-peraturan yang berlaku secara umum, dalam masyarakat. Sedangkan kebebasan akademik sendiri, dimaksudkan sebagai kebebasan yang ada pada civitas akademika, dalam melaksanakan tugas dan kegiatan fungsionalnya. yakni pendidikan dan penelitian ilmiah (1999:16-17).
Tampilkan postingan dengan label Radar Madiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radar Madiun. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Mei 2013
Senin, 08 April 2013
Reformasi Mental, Kunci Sukses Otonomi Daerah
Sutejo *
Radar Madiun, 19 Okt 2000
Pada Akhir bulan lalu, LIPI bersama kedutaan besar Perancis di Jakarta, mengadakan workshop internasional tentang otonomisasi di Indonesia. Dari workshop tersebut, terbesit bagaimana sikap pesimistis masyarakat dan peneliti dalam menyikapi pelaksanaan otonomisasi daerah. Sikap pesimis ini, paling tidak tercermin di antara pembicara macam Deddy Supriyadi Bratakusumah, Dr. Soedjati Djiwandono, Dr. Andi Alfian Malarangeng, Dr. Syamsudin Harris, dan Dr. Andree Feillard dari Perancis.
Radar Madiun, 19 Okt 2000
Pada Akhir bulan lalu, LIPI bersama kedutaan besar Perancis di Jakarta, mengadakan workshop internasional tentang otonomisasi di Indonesia. Dari workshop tersebut, terbesit bagaimana sikap pesimistis masyarakat dan peneliti dalam menyikapi pelaksanaan otonomisasi daerah. Sikap pesimis ini, paling tidak tercermin di antara pembicara macam Deddy Supriyadi Bratakusumah, Dr. Soedjati Djiwandono, Dr. Andi Alfian Malarangeng, Dr. Syamsudin Harris, dan Dr. Andree Feillard dari Perancis.
Sabtu, 23 Maret 2013
Kesiapan Budaya Menyongsong Otonomi Daerah
Sutejo
Radar Madiun, 3 Okt 2000
Ketika reformasi bergelombang bak laut lepas, maka batu karang yang bernama status quo terkikis. Keangkuhan batu-batu pantai Orde Baru pecah oleh dahsyatnya dentuman ombak. Namun sayang, laut reformasi belum berhasil mengantarkan perahu idaman nurani bernama perubahan. Yang ada, nahkoda-nahkoda oportunistik yang mengibarkan bendera arogansi kekuasaan baru. Kalau begitu, untuk apa gelombang reformasi ini mengalun? Untuk apa kita bermimpi tentang dewa keadilan dalam mimpi yang kelam? Untuk apa kita berbicara demokrasi, kalau nurani kita terselip nadi-nadi Fir’aun, Korun, dan mungkin Dajjal yang anti demokrasi?
Radar Madiun, 3 Okt 2000
Ketika reformasi bergelombang bak laut lepas, maka batu karang yang bernama status quo terkikis. Keangkuhan batu-batu pantai Orde Baru pecah oleh dahsyatnya dentuman ombak. Namun sayang, laut reformasi belum berhasil mengantarkan perahu idaman nurani bernama perubahan. Yang ada, nahkoda-nahkoda oportunistik yang mengibarkan bendera arogansi kekuasaan baru. Kalau begitu, untuk apa gelombang reformasi ini mengalun? Untuk apa kita bermimpi tentang dewa keadilan dalam mimpi yang kelam? Untuk apa kita berbicara demokrasi, kalau nurani kita terselip nadi-nadi Fir’aun, Korun, dan mungkin Dajjal yang anti demokrasi?
Pendidikan dalam Bingkai Otonomi Daerah (3 Habis)
Sutejo *
Radar Madiun, 8 Nov 2000
Dalam menyongsong desentralisasi pendidikan mulai 1 Januari 2001 mendatang, maka menjadi penting untuk mendiskusikan “alternatif kebijakan” pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomisasi pendidikan.
Pertama, merger dan “restrukturisasi” Depdiknas dan Cabang Dinas Pendidikan menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Paradigma ini, sebelum 1 Januari 2001 mutlak dilaksanakan. Merger dua atap menjadi satu atap dinas, akan menjadi persoalan alami, yang membawa konsekuensi dan resiko kepegawaian tersendiri. Untuk itu, kearifan dan profesionalisasi personal birokrasi daerah menjadi jawaban pertama dalam menempatkan persona-personanya.
Radar Madiun, 8 Nov 2000
Dalam menyongsong desentralisasi pendidikan mulai 1 Januari 2001 mendatang, maka menjadi penting untuk mendiskusikan “alternatif kebijakan” pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomisasi pendidikan.
Pertama, merger dan “restrukturisasi” Depdiknas dan Cabang Dinas Pendidikan menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten. Paradigma ini, sebelum 1 Januari 2001 mutlak dilaksanakan. Merger dua atap menjadi satu atap dinas, akan menjadi persoalan alami, yang membawa konsekuensi dan resiko kepegawaian tersendiri. Untuk itu, kearifan dan profesionalisasi personal birokrasi daerah menjadi jawaban pertama dalam menempatkan persona-personanya.
Pendidikan dalam Bingkai Otonomi Daerah (2)
Sutejo *
Radar Madiun, 7 Nov 2000
Jika mencermati kewenangan Dati II dalam pelaksanaan otonomisasi pendidikan di atas, maka pemerintah daerah memiliki peluang dan tantangan yang sama besarnya. Boleh jadi peluang yang diisyaratkan itu menjadi harapan emas, namun tantangan yang terjadi di lapangan menjadi isyarat kecemasan tersendiri. Bagaimana daerah mampu menerjemahkan isyarat Agenda Jakarta 2000, misalnya ke dalam policy, visi, dan misi pendidikan daerah, melalui muatan lokal adalah problema tersendiri yang tidak mudah.
Radar Madiun, 7 Nov 2000
Jika mencermati kewenangan Dati II dalam pelaksanaan otonomisasi pendidikan di atas, maka pemerintah daerah memiliki peluang dan tantangan yang sama besarnya. Boleh jadi peluang yang diisyaratkan itu menjadi harapan emas, namun tantangan yang terjadi di lapangan menjadi isyarat kecemasan tersendiri. Bagaimana daerah mampu menerjemahkan isyarat Agenda Jakarta 2000, misalnya ke dalam policy, visi, dan misi pendidikan daerah, melalui muatan lokal adalah problema tersendiri yang tidak mudah.
Jumat, 22 Maret 2013
Pendidikan dalam Bingkai Otonomi Daerah (1)
Sutejo *
Radar Madiun, 4 Nov 2000
Pelaksanaan program otonomi daerah tak dapat ditunda lagi. Menurut rencana akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2001. Hal ini sesuai dengan amanat Ketetapan (TAP) IV/MPR/2000, tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah. UU No. 2 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dalam salah satu pasalnya, dikemukakan bahwa bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota, meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja (pasal 11). Pada tulisan ini, akan dikaji satu poin saja dari “kewajiban” daerah dalam melaksanakan otonomi, yakni otonomisasi pendidikan. Sudah siapkah daerah Dati II melaksanakannya? Sementara, waktu pengguliran operasionalisasi otda sendiri kurang lebih tinggal dua bulan.
Radar Madiun, 4 Nov 2000
Pelaksanaan program otonomi daerah tak dapat ditunda lagi. Menurut rencana akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2001. Hal ini sesuai dengan amanat Ketetapan (TAP) IV/MPR/2000, tentang Rekomendasi Kebijakan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah. UU No. 2 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Dalam salah satu pasalnya, dikemukakan bahwa bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota, meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja (pasal 11). Pada tulisan ini, akan dikaji satu poin saja dari “kewajiban” daerah dalam melaksanakan otonomi, yakni otonomisasi pendidikan. Sudah siapkah daerah Dati II melaksanakannya? Sementara, waktu pengguliran operasionalisasi otda sendiri kurang lebih tinggal dua bulan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Afifah W. Zhafira
Afifah Wahda Tyas Pramudita
Andry Deblenk
Anugerah Ronggowarsito
Apresiasi Prosa (Mencari Nilai. Memahami Fiksi)
Apresiasi Puisi (Memahami Isi Mengolah Hati)
Berita
Budaya
Cara Mudah PTK (Mencari Akar Sukses Belajar)
Catatan
Cerpen
Cover Buku
Djoko Saryono
Esai
Filsafat Ilmu
Gatra
Gerakan Literasi Nasional
Gufron Ali Ibrahim
Happy Susanto
Inspiring Writer (Rahasia Sukses Para Penulis Inspirasi untuk Calon Penulis)
Jurnalistik 2 (Kiat Menulis Resensi. Feature dan Komoditas Lainnya)
Jurnalistik Plus 1 (Kiat Merentas Media dengan Ceria)
Kajian Prosa (Kiat Menyisir Dunia Prosa)
Kajian Puisi (Teori dan Aplikasinya)
Karya Darma
Kasnadi
Kliping
Kompas
Literasi
Literasi Budaya
Majalah Dinamika PGRI
Makam Sunan Drajat
Masuki M. Astro
Memasak
Menemukan Profesi dengan Mahir Berbahasa
Menulis Kreatif (Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen)
Merdeka
Mesin Ketik
Metafora Kemahiran Menulis
Nur Wachid
Nurel Javissyarqi
Obrolan
Orasi Ilmiah
Ponorogo Pos
Prof Dr Soediro Satoto
Puisi
Radar Madiun
Resensi
S. Tedjo Kusumo
SMA 1 Badegan Ponorogo
STKIP PGRI Ponorogo
Sajak
Sapta Arif Nurwahyudin
Sekolah Literasi Gratis
Senarai Motivasi
Senarai Pemikiran Sutejo (Menyisir Untaian Kata. Menemukan Dawai Makna)
Seputar Ponorogo
Sidik Sunaryo
Soediro Satoto
Solopos
Sosiologi Sastra (Menguak Dimensionalitas Sosial dalam Sastra)
Spectrum Center
Stilistika (Teori. Aplikasi dan Alternatif Pembelajarannya)
Suara Karya
Sugiyanto
Sujarwoko
Sumarlam
SuperCamp HMP 2017
Surabaya Post
Surya
Sutejo
Suwardi Endraswara
Swadesi
Teknik Kreativitas Pembelajaran
Tengsoe Tjahjono
Tri Andhi S
Wisata
Workshop Entrepreneurship
Workshop Essay Budaya