Sutejo
Ponorogo Pos
Ada ungkapan menarik dari Remy Silado, “Orang mengamati kehidupan lalu menyimpan dalam daya kreatif. Sewaktu-waktu bisa dia panggil untuk dijadikan tulisan.” (Mata Baca, edisi September 2005:8). Realita, karena itu, adalah kekuatan alam yang dapat berdaya magis bagi pemilik daya kreatif. Ia sebentuk cakra kehidupan yang senantiasa memancarkan makna. Kehidupan itu menjadi semacam tempat rekreasi mata, kemudian menjadi rekreasi hati jika kita meminjam ungkapan Ibnu Duraid.
Tampilkan postingan dengan label Ponorogo Pos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ponorogo Pos. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Oktober 2012
BERGURU MENULIS PADA IBNU DURAID
Sutejo
Ponorogo Pos
Abu Nashr Al Mikali mengatakan, “Pada suatu hari kami membincangkan berbagai tempat rekreasi (paling indah), sedang Ibnu Duraid hadir bersama kami. Sebagian orang berkata, “Tempat yang paling indah adalah lembah yang berada di Damaskus.” Sementara, yang lain berkata, “Tempat yang paling elok adalah sungai Ubullah.” Yang lainnya berkata, “Sughdu Samarkand.” Yang lainnya berkata, “Lembah Bawwan.” Yang lainnya lagi, berkata, “Bunga Balakh (pohon).”
Ponorogo Pos
Abu Nashr Al Mikali mengatakan, “Pada suatu hari kami membincangkan berbagai tempat rekreasi (paling indah), sedang Ibnu Duraid hadir bersama kami. Sebagian orang berkata, “Tempat yang paling indah adalah lembah yang berada di Damaskus.” Sementara, yang lain berkata, “Tempat yang paling elok adalah sungai Ubullah.” Yang lainnya berkata, “Sughdu Samarkand.” Yang lainnya berkata, “Lembah Bawwan.” Yang lainnya lagi, berkata, “Bunga Balakh (pohon).”
BELAJAR MENULIS DARI LAN FANG
Sutejo
Ponorogo Pos
Pada tanggal 8 Desember 2007 di Unesa Surabaya kampus Lidah adalah acara Seminar Nasional Sastra Pop untuk mengiringi pelepasan Prof Budi Darma yang purna sebagai guru besar. Pada saat itu hadir, sederetan penulis, penyair, cerpenis macam: Lan Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Rencana, Saparto Broto juga hadir sebagai pembicara. Tapi saat itu tidak dapat hadir karena ada kepentingan keluarga di Jakarta.
Ponorogo Pos
Pada tanggal 8 Desember 2007 di Unesa Surabaya kampus Lidah adalah acara Seminar Nasional Sastra Pop untuk mengiringi pelepasan Prof Budi Darma yang purna sebagai guru besar. Pada saat itu hadir, sederetan penulis, penyair, cerpenis macam: Lan Fang, Yati Setiawan, Mashuri, Audex, Kurnia Fabiola, dan Budi Darma sendiri. Rencana, Saparto Broto juga hadir sebagai pembicara. Tapi saat itu tidak dapat hadir karena ada kepentingan keluarga di Jakarta.
MENDULANG SPIRITUALITAS MENULIS HELVY TIANA ROSA
Sutejo
Ponorogo Pos
Dalam sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Salahkah? Tentu, tidak. Karena, memang kita diciptakan oleh Tuhan untuk beribadah. Mengikat ilmu dengan menuliskannya, dengan sendirinya ibadah.
Ponorogo Pos
Dalam sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Salahkah? Tentu, tidak. Karena, memang kita diciptakan oleh Tuhan untuk beribadah. Mengikat ilmu dengan menuliskannya, dengan sendirinya ibadah.
BELAJAR MENULIS DARI MARDI LUHUNG
Sutejo
Ponorogo Pos
Ketika beberapa waktu lalu HU Mardiluhung menjadi pembicara di SMA Immersion Ponorogo, dia lebih banyak bercerita tentang apresiasi puisi dan bagaimana membaca puisi. Dalam perbincangan informal di rumah, di jelang pagi, Mardiluhung mengungkapkan beberapa hal menarik berkaitan dengan proses kreatifnya: (a) bahwa proses kreatif itu sebenarnya tidak bisa diceritakan, (b) bahwa menulis ternyata mengalami fase kritis (krisis), (c) menulis itu harus peka situasi karena itu sering mengamati kejadian sosial, dan (d) menulis itu butuh risearch.
Ponorogo Pos
Ketika beberapa waktu lalu HU Mardiluhung menjadi pembicara di SMA Immersion Ponorogo, dia lebih banyak bercerita tentang apresiasi puisi dan bagaimana membaca puisi. Dalam perbincangan informal di rumah, di jelang pagi, Mardiluhung mengungkapkan beberapa hal menarik berkaitan dengan proses kreatifnya: (a) bahwa proses kreatif itu sebenarnya tidak bisa diceritakan, (b) bahwa menulis ternyata mengalami fase kritis (krisis), (c) menulis itu harus peka situasi karena itu sering mengamati kejadian sosial, dan (d) menulis itu butuh risearch.
BERKACA MENULIS DARI NUREL
Sutejo
Ponorogo Pos
Nama Nurel Javissyarqi memang belum seagung penulis Indonesia lainnya. Tetapi misteri perjalanan kepenulisan adalah etos nabi yang alir penuh jiwa berkorban, total, dan –nyaris—tanpa pamrih balas. Sebuah pemberontakkan pemikiran sering dilemparkan. Tradisi dibalikkan. Pilihan dilakukan, termasuk untuk memberikan pelajaran kepada orang tuanya.
Ponorogo Pos
Nama Nurel Javissyarqi memang belum seagung penulis Indonesia lainnya. Tetapi misteri perjalanan kepenulisan adalah etos nabi yang alir penuh jiwa berkorban, total, dan –nyaris—tanpa pamrih balas. Sebuah pemberontakkan pemikiran sering dilemparkan. Tradisi dibalikkan. Pilihan dilakukan, termasuk untuk memberikan pelajaran kepada orang tuanya.
MENYISIR KEPENULISAN PROFETIK ABDUL HADI WM
Sutejo
Ponorogo Pos
Pada tengah Juni 2008, saya sempat ngobrol bersama Abdul Hadi sebelum menjadi pembicara dalam rangkaian diskusi hantaran pengukuhan guru besarnya. Abdul Hadi sendiri adalah pelopor sastra profetik –yang sampai sekarang—tetap konsisten dengan pilihan pengucapan dan corak kekaryaannya. Pada acara diskusi di Universitas Paramadina Jakarta itu saya menyebutnya nabi, karena secara filosofis kepenyairan di Yunani adalah “proses kenabian”. Penyair adalah nabi kehidupan karena menyuarakan ruh-ruh kenabian. Budi Darma menyebutnya dengan rhapsodist: orang yang bergagasan cemerlang dan berbahasa secara cermerlang pula.
Ponorogo Pos
Pada tengah Juni 2008, saya sempat ngobrol bersama Abdul Hadi sebelum menjadi pembicara dalam rangkaian diskusi hantaran pengukuhan guru besarnya. Abdul Hadi sendiri adalah pelopor sastra profetik –yang sampai sekarang—tetap konsisten dengan pilihan pengucapan dan corak kekaryaannya. Pada acara diskusi di Universitas Paramadina Jakarta itu saya menyebutnya nabi, karena secara filosofis kepenyairan di Yunani adalah “proses kenabian”. Penyair adalah nabi kehidupan karena menyuarakan ruh-ruh kenabian. Budi Darma menyebutnya dengan rhapsodist: orang yang bergagasan cemerlang dan berbahasa secara cermerlang pula.
BERGURU PADA KETERBIUSAN MENULIS BUDI DARMA
Sutejo
Ponorogo Pos
Tanggal 8 Desember 2007 adalah hari pelepasan seorang sastrawan besar Indonesia. Sastrawan itu sering memiliki jargon yang unik, jargon itu diantaranya adalah (i) bahwa dunia sastra adalah dunia jungkir balik, (ii) pada mulanya karya sastra adalah tema, (iii) menulis itu berpikir, (iv) menulis rangkaian dari peristiwa kebetulan, (v) menulis itu seperti naik pesawat terbang (kuatnya imajinasi),
Ponorogo Pos
Tanggal 8 Desember 2007 adalah hari pelepasan seorang sastrawan besar Indonesia. Sastrawan itu sering memiliki jargon yang unik, jargon itu diantaranya adalah (i) bahwa dunia sastra adalah dunia jungkir balik, (ii) pada mulanya karya sastra adalah tema, (iii) menulis itu berpikir, (iv) menulis rangkaian dari peristiwa kebetulan, (v) menulis itu seperti naik pesawat terbang (kuatnya imajinasi),
SEKOLAH MENULIS PADA GOLA GONG
Sutejo
Ponorogo Pos
Gola Gong adalah salah seorang pendiri dan pengajar Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) yang telah begitu banyak melahirkan penulis muda berbakat di tanah air (dan ini merupakan bagian mimpi besar hidup saya). Penting diketahui, tahun kedua sudah menerbitkan kumpulan cerpen Kaca Mata Sidik (Senayan Abadi, 2004), Qizin La Aziva melahirkan novel Gerimis Terakhir (DAR! Mizan, 2004)
Ponorogo Pos
Gola Gong adalah salah seorang pendiri dan pengajar Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) yang telah begitu banyak melahirkan penulis muda berbakat di tanah air (dan ini merupakan bagian mimpi besar hidup saya). Penting diketahui, tahun kedua sudah menerbitkan kumpulan cerpen Kaca Mata Sidik (Senayan Abadi, 2004), Qizin La Aziva melahirkan novel Gerimis Terakhir (DAR! Mizan, 2004)
MEMETIK METAFOR MENULIS EKA BUDIANTA
Sutejo
Ponorogo Pos
Sungguh saya terbelalak dengan metafor menulis yang diungkapkan Eka Budianta! Tulisan itu seperti bom, cinta. Sebuah sisi lain pengalaman menulis yang menggetarkan. Bagaimana tidak? Bom dan cinta seperti dua hal yang jauh tetapi didekatkan dalam satu makna. Bom simbol teror yang membuat orang ngeri. Tetapi bom dalam konteks pandangan Eka Budianto tentu menyaran pada bagaimana tulisan mampu melemparkan teror mental.
Ponorogo Pos
Sungguh saya terbelalak dengan metafor menulis yang diungkapkan Eka Budianta! Tulisan itu seperti bom, cinta. Sebuah sisi lain pengalaman menulis yang menggetarkan. Bagaimana tidak? Bom dan cinta seperti dua hal yang jauh tetapi didekatkan dalam satu makna. Bom simbol teror yang membuat orang ngeri. Tetapi bom dalam konteks pandangan Eka Budianto tentu menyaran pada bagaimana tulisan mampu melemparkan teror mental.
Arswendo Atmowiloto: Menulis agar Percaya Diri
Sutejo
Ponorogo Pos
Kalau ada penulis yang merasa tidak mampu melakukan kegiatan apa pun se¬lain menulis, itulah Arswendo Atmowi¬loto. Sejak SMA, ia sudah mulai menulis untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Bentuk tulisannya adalah cerpen-cerpen remaja. Kemampuannya baru teruji ketika ia yang masih tinggal di sebuah kampung di Solo memenangi lomba cerpen yang diadakan salah satu koran terkemuka di Jakarta pada akhir 1960-an. Kemenangan ini dijadikannya pertanda bahwa menulis adalah jalan hidupnya.
Ponorogo Pos
Kalau ada penulis yang merasa tidak mampu melakukan kegiatan apa pun se¬lain menulis, itulah Arswendo Atmowi¬loto. Sejak SMA, ia sudah mulai menulis untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Bentuk tulisannya adalah cerpen-cerpen remaja. Kemampuannya baru teruji ketika ia yang masih tinggal di sebuah kampung di Solo memenangi lomba cerpen yang diadakan salah satu koran terkemuka di Jakarta pada akhir 1960-an. Kemenangan ini dijadikannya pertanda bahwa menulis adalah jalan hidupnya.
BELAJAR MENULIS DARI BERTRAND RUSSELL
Sutejo
Ponorogo Pos
Dalam buku Menulis itu Indah (Jendela, 2002) memuat tulisan Bertrand Russel dengan judul Bagaimana Saya Menulis (hal. 8-20). Belajar menulis atau sukses menulis orang lain (terlebih ia sastrawan dunia) dapatlah dipelajari pribadi, kiat, dan tips-nya dalam menulis. Bagaimana rahasia Russel?
Ponorogo Pos
Dalam buku Menulis itu Indah (Jendela, 2002) memuat tulisan Bertrand Russel dengan judul Bagaimana Saya Menulis (hal. 8-20). Belajar menulis atau sukses menulis orang lain (terlebih ia sastrawan dunia) dapatlah dipelajari pribadi, kiat, dan tips-nya dalam menulis. Bagaimana rahasia Russel?
BELAJAR MENULIS DARI OKA RUSMINI
Sutejo
Ponorogo Pos
Perempuan kasta Brahmana ini ikhlas melepaskan “kebrahmanaan” dengan menikah seorang lelaki bernama Arief B Prasetya, seorang sastrawan muda yang kokoh karena komunitas andal di Utan Kayu bersama Nirwan Dewanto, Ayu Utami, Sitok Srengenge, dan lain sebagainya. Karya-karya Oka lebih banyak berbicara masalah sosiologis adat Bali yang dikritisinya.
Ponorogo Pos
Perempuan kasta Brahmana ini ikhlas melepaskan “kebrahmanaan” dengan menikah seorang lelaki bernama Arief B Prasetya, seorang sastrawan muda yang kokoh karena komunitas andal di Utan Kayu bersama Nirwan Dewanto, Ayu Utami, Sitok Srengenge, dan lain sebagainya. Karya-karya Oka lebih banyak berbicara masalah sosiologis adat Bali yang dikritisinya.
BELAJAR MENULIS DARI HARDJONO WS
Sutejo
Ponorogo Pos
Pada akhir 2007 lalu, ketika SMA Immersion menghadirkan dua sastrawan Jawa Timur: (a) Hardjono WS dan (b) HU Mardiluhung dalam rangka “bedah kreativitas kepenyairan” dan “kreativitas pembelajaran sastra” ada hal menarik dari apa yang dikemukakan oleh Hardjono WS. Apa? Saat itu, ketika di usai pemberian hadiah Lomba Menulis Cerpen Remaja 2007,
Ponorogo Pos
Pada akhir 2007 lalu, ketika SMA Immersion menghadirkan dua sastrawan Jawa Timur: (a) Hardjono WS dan (b) HU Mardiluhung dalam rangka “bedah kreativitas kepenyairan” dan “kreativitas pembelajaran sastra” ada hal menarik dari apa yang dikemukakan oleh Hardjono WS. Apa? Saat itu, ketika di usai pemberian hadiah Lomba Menulis Cerpen Remaja 2007,
BELAJAR MENULIS DARI AZYUMARDI AZRA
Sutejo
Ponorogo Pos
Sejak mahasiswa tingkat S1, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini sudah rajin menulis. Awalnya dia menulis sajak dan puisi yang dimuat majalah Time. Berangkat dari kelompok diskusi mulailah dia menulis artikel di berbagai media massa, dan buku pertama yang diterbitkan adalah tesis dan disertasinya. Hingga kini –paling tidak- telah menghasilkan 18 judul.
Ponorogo Pos
Sejak mahasiswa tingkat S1, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini sudah rajin menulis. Awalnya dia menulis sajak dan puisi yang dimuat majalah Time. Berangkat dari kelompok diskusi mulailah dia menulis artikel di berbagai media massa, dan buku pertama yang diterbitkan adalah tesis dan disertasinya. Hingga kini –paling tidak- telah menghasilkan 18 judul.
BELAJAR DARI IMAJI KEPENULISAN TAUFIQ ISMAIL
Sutejo
Ponorogo Pos
Membaca Taufiq Ismail dalam konteks pengalaman kreafi adalah sesuatu yang kompleks dan menarik. Di samping sebagai penyair protes awalnya, Taufiq berujung pada puisi-puisi imajis. Pengalaman kepenulisan Taufiq pada awalnya digerakkan oleh (a) kepeduliannya pada bangsanya melalui gerakan kemahasiswaan dan (b) bagaimana keprihatinannya alir ketika melihat kepincangan sosial di awal persalinan Orde Baru yang pucuknya adalah politik kesenian Manikebu.
Ponorogo Pos
Membaca Taufiq Ismail dalam konteks pengalaman kreafi adalah sesuatu yang kompleks dan menarik. Di samping sebagai penyair protes awalnya, Taufiq berujung pada puisi-puisi imajis. Pengalaman kepenulisan Taufiq pada awalnya digerakkan oleh (a) kepeduliannya pada bangsanya melalui gerakan kemahasiswaan dan (b) bagaimana keprihatinannya alir ketika melihat kepincangan sosial di awal persalinan Orde Baru yang pucuknya adalah politik kesenian Manikebu.
MENULIS DAN ASMA NADIA
Sutejo
Ponorogo Pos
Kalau teman di Lingkar Pena Asma Nadia, ada sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Perempuan penulis itu adalah Helvy Tiana Rosa, yang saat ini dikenal sebagai penulis cerpen dan novel. Karyanya sudah dipublikasikan di majalah anak-anak sejak ia masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD). Lebih dari itu, konon, ia sudah mulai menulis catatan harian mulai kelas satu SD.
Ponorogo Pos
Kalau teman di Lingkar Pena Asma Nadia, ada sebuah wawancara kecil dengan Kompas, seorang penulis perempuan berbakat pernah bilang begini: “Saya tidak ingin menyia-nyiakan talenta dari Tuhan dan menjadikan menulis sebagai salah satu bentuk ibadah.” Perempuan penulis itu adalah Helvy Tiana Rosa, yang saat ini dikenal sebagai penulis cerpen dan novel. Karyanya sudah dipublikasikan di majalah anak-anak sejak ia masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar (SD). Lebih dari itu, konon, ia sudah mulai menulis catatan harian mulai kelas satu SD.
BELAJAR MENULIS DARI INTAN PARAMADITHA
Sutejo
Ponorogo Pos
Anda kenal dengan Intan Paramaditha? Wah, rugi jika tidak mengenalnya. Seorang perempuan cantik, cerdas, otak encer, pandai menulis, dan latar belakang pendidikan yang menyakinkan: sastra Inggris UI kemudian mengabdi di almamaternya. Jika anda penasaran, carilah kumpulan cerpennya yang berjudul Sihir Perempuan (KataKita, 2005). Bagaimana background perjalanan proses kreatifnya? Yang jelas masih muda, dia lahir 15 November 1979 di Bandung.
Ponorogo Pos
Anda kenal dengan Intan Paramaditha? Wah, rugi jika tidak mengenalnya. Seorang perempuan cantik, cerdas, otak encer, pandai menulis, dan latar belakang pendidikan yang menyakinkan: sastra Inggris UI kemudian mengabdi di almamaternya. Jika anda penasaran, carilah kumpulan cerpennya yang berjudul Sihir Perempuan (KataKita, 2005). Bagaimana background perjalanan proses kreatifnya? Yang jelas masih muda, dia lahir 15 November 1979 di Bandung.
MENYIBAK RUH SUKSES MENULIS ANDREA HIRATA
Sutejo
Ponorogo Pos
Jawa Pos tanggal 14 Desember 2007, memuat feature yang inspirasional, yakni tentang perjalanan buku yang menjadi bestseller dari pengarang yang tidak mau disebut sastrawan. Lelaki pengarang ini dalam perjalanan akademiknya luar biasa: (a) lulus di UI dengan predikat cum laude, dan (b) S2 dari dua perguruan tinggi luar negeri yang juga cum laude.
Ponorogo Pos
Jawa Pos tanggal 14 Desember 2007, memuat feature yang inspirasional, yakni tentang perjalanan buku yang menjadi bestseller dari pengarang yang tidak mau disebut sastrawan. Lelaki pengarang ini dalam perjalanan akademiknya luar biasa: (a) lulus di UI dengan predikat cum laude, dan (b) S2 dari dua perguruan tinggi luar negeri yang juga cum laude.
HAMSAD RANGKUTI: MENULIS SEBAGAI PROFESI
Sutejo
Ponorogo Pos
Siapa yang tidak kenal Hamsad Rangkuti? Sastrawan ini lebih dikenal sebagai penulis fiksi yang andal. Kumpulan cerpennya, Bibir dalam Pispot mendapatkan hadiah Khatulistiwa Award dengan total Rp 70 juta berikut berjalan-jalan keliling Inggris.
Ponorogo Pos
Siapa yang tidak kenal Hamsad Rangkuti? Sastrawan ini lebih dikenal sebagai penulis fiksi yang andal. Kumpulan cerpennya, Bibir dalam Pispot mendapatkan hadiah Khatulistiwa Award dengan total Rp 70 juta berikut berjalan-jalan keliling Inggris.
Langganan:
Postingan (Atom)
Label
Afifah W. Zhafira
Afifah Wahda Tyas Pramudita
Andry Deblenk
Anugerah Ronggowarsito
Apresiasi Prosa (Mencari Nilai. Memahami Fiksi)
Apresiasi Puisi (Memahami Isi Mengolah Hati)
Berita
Budaya
Cara Mudah PTK (Mencari Akar Sukses Belajar)
Catatan
Cerpen
Cover Buku
Djoko Saryono
Esai
Filsafat Ilmu
Gatra
Gerakan Literasi Nasional
Gufron Ali Ibrahim
Happy Susanto
Inspiring Writer (Rahasia Sukses Para Penulis Inspirasi untuk Calon Penulis)
Jurnalistik 2 (Kiat Menulis Resensi. Feature dan Komoditas Lainnya)
Jurnalistik Plus 1 (Kiat Merentas Media dengan Ceria)
Kajian Prosa (Kiat Menyisir Dunia Prosa)
Kajian Puisi (Teori dan Aplikasinya)
Karya Darma
Kasnadi
Kliping
Kompas
Literasi
Literasi Budaya
Majalah Dinamika PGRI
Makam Sunan Drajat
Masuki M. Astro
Memasak
Menemukan Profesi dengan Mahir Berbahasa
Menulis Kreatif (Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen)
Merdeka
Mesin Ketik
Metafora Kemahiran Menulis
Nur Wachid
Nurel Javissyarqi
Obrolan
Orasi Ilmiah
Ponorogo Pos
Prof Dr Soediro Satoto
Puisi
Radar Madiun
Resensi
S. Tedjo Kusumo
SMA 1 Badegan Ponorogo
STKIP PGRI Ponorogo
Sajak
Sapta Arif Nurwahyudin
Sekolah Literasi Gratis
Senarai Motivasi
Senarai Pemikiran Sutejo (Menyisir Untaian Kata. Menemukan Dawai Makna)
Seputar Ponorogo
Sidik Sunaryo
Soediro Satoto
Solopos
Sosiologi Sastra (Menguak Dimensionalitas Sosial dalam Sastra)
Spectrum Center
Stilistika (Teori. Aplikasi dan Alternatif Pembelajarannya)
Suara Karya
Sugiyanto
Sujarwoko
Sumarlam
SuperCamp HMP 2017
Surabaya Post
Surya
Sutejo
Suwardi Endraswara
Swadesi
Teknik Kreativitas Pembelajaran
Tengsoe Tjahjono
Tri Andhi S
Wisata
Workshop Entrepreneurship
Workshop Essay Budaya