Sutejo
Bola itu bundar. Seperti filosofi hidup yang penuh kemungkinan. Tanpa kaki dan menggelinding. Hidup itu mengalir layaknya bola tergantung siapa yang menendang dan memainkan. Bedanya, penendang dan pengiringnya tunggal. Sementara, permainan bola meskipun ada 22 pemain, bukankah hakikatnya, saat menendang hanya satu.
Jika pemain akan menendang atau menguasai bola pastilah mereka berebut. Hidup adalah permainan bola untuk tujuan mulia. Sementara, penjaga gawang dan musuh bermain adalah penggoda dalam rangka menggapai cita. Gol hidup.
Bola sering menyatukan banyak perbedaan. Baik itu politik, suku, ras, agama, bangsa, adat, bahasa, budaya, dan potensi percekcokan lainnya. Hidup menjadi indah adanya bola. Selayaknya, kita belajar dari bola. "Jangan-jangan Tuhan 'berada' di bola." Itulah godaan dini hari. Orang berlelah menontonnya, menunggunya, dan memikirkannya.
03.44
Tidak ada komentar:
Posting Komentar