Jika malam telah menenggelamkanku dalam telaga rasa, maka kepada siang aku ingin berjemur di tepinya. Memintal kenangan tentang linang airmata yang kita pungut bersama di telaga itu.
Maka, kepada siapa kuadukan kesepian ini jika senyummu saja sudah tidak berarti. Terkulum sepi. Terpapar gelegar debar menjelma sepasukan asing yang menyandra kesadaran dan keadaan. Linang deritamu menjadi lukisan imajiner dengan fragmen pesona, menggoda.
01.09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar